Senin, 10 Oktober 2016

Beberapa Faktor yang mempengaruhi Pertambahan Penduduk disuatu Daerah atau Negara :



1.  Kematian (mortalitas) 
adalah ukuran jumlah kematian umumnya karena akibat yang spesifik pada suatu populasi. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per- 1000 individu per-tahun, hingga rata-rata mortalitas sebesar 9,5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian per-tahun.


Rumus Tingkat Kematian Kasar 
 Angka Kematian Kasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian per 1000 penduduk pada pertengahan tahun tertentu (Data Statistik Indonesia-Angka Kematian Kasar-Rumus), disuatu wilayah tertentu. Ada pun rumusnya sebagai berikut :
Rumus:

   CDR = D/P x K

                    
Ket :
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Umumnya data tersedia adalah ”jumlah penduduk pada satu tahun tertentu” maka jumlah dapat sebagai pembagi. Kalau ada jumlah penduduk dari 2 data dengan tahun berurutan, maka rata-rata kedua data tersebut dapat dianggap sebagai penduduk tengah tahun.


Rumus Tingkat Kematian Khusus
 Angka kematian khusus (Age Specific Death Rate/ASDR) yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah jumlah kematian pada umur tertentu dibagi dengan jumlah penduduk umur tertentu pada pertengahan tahun dan dikalikan dengan konstanta yang biasanya bernilai 1000.



 RUMUS 


  ASDRx = Dx/Px x 1000
Ket :
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
1000 = Konstanta (k)

2. Kelahiran (Fertilitas)
adalah istilah dalam demografi yang mengindikasikan jumlah anak yang dilahirkan hidup, atau dalam pengertian lain fasilitas adalah hasil produksi yang nyata dari fekunditas seorang wanita.

Dalam demografi, istilah tingkat kelahiran atau crude birth rate (CBR) dari suatu populasi adalah jumlahkelahiran per 1.000 orang tiap tahun. Secara matematika, angka ini bisa dihitung dengan rumus CBR = n/((p)(1000)); di mana n adalah jumlah kelahiran pada tahun tersebut dan p adalah jumlah populasi saat penghitungan. Hasil penghitungan ini digabungkan dengan tingkat kematian untuk menghasilkan angkatingkat pertumbuhan penduduk alami (alami maksudnya tidak melibatkan angka perpindahan penduduk (migrasi).Indikator lain untuk mengukur tingkat kehamilan yang sering dipakai: tingkat kehamilan total - rata-rata jumlah anak yang terlahir bagi tiap wanita dalam hidupnya. Secara umum, tingkat kehamilan total adalah indikator yang lebih baik untuk tingkat kehamilan daripada CBR, karena tidak terpengaruh oleh distribusi usia dari populasi.
Tingkat kehamilan cenderung lebih tinggi di negara yang ekonominya kurang berkembang dan lebih rendah di negara yang pertumbuhan ekonominya tinggi
.


3. Perpindahan (migrasi) 
adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dalam banyak kasus organisme bermigrasi untuk mencari sumber cadangan makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau kerana over populasi.

Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu bioma ke bioma lainnya. Dalam banyak kasus,organisme bermigrasi untuk mencari sumber-cadangan-makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan makanan yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau karenaoverpopulasi.


Akibat Migrasi

           Alasan Politik / Politis

Kondisi perpolitikan suatu daerah yang panas atau bergejolan akan membuat penduduk menjadi tidak betah atau kerasan tinggal di wilayah tersebut.

  •  Alasan Sosial Kemasyarakatan
Adat-istiadat yang menjadi pedoman kebiasaan suatu daerah dapat menyebabkan seseorang harus bermigrasi ke tempat lain baik dengan paksaan maupun tidak. Seseorang yang dikucilkan dari suatu pemukiman akan dengan terpaksa melakukan kegiatan migrasi.



  •   Alasan Agama atau Kepercayaan
Adanya tekanan atau paksaan dari suatu ajaran agama untuk berpindah tempat dapat menyebabkan seseorang melakukan migrasi.

  •   Alasan Ekonomi
Biasanya  orang miskin atau golongan bawah yang mencoba mencari peruntungan dengan melakukan migrasi ke kota. Atau bisa juga kebalikan di mana orang yang kaya pergi ke daerah untuk membangun atau berekspansi bisnis.

·         Alasan lain
Contohnya seperti alasan pendidikan, alasan tuntutan pekerjaan, alasan keluarga, alasan cinta, dan lain sebagainya.

Sabtu, 01 Oktober 2016

masalah-masalah yang terdapat pada kependudukan


1.Masalah Kependudukan

Berikut Macam-macam masalah yang berkaitan dengan kependudukan :

A.   DEMOGRAFIS

1.    Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk

Ya benar, jumlah penduduk dan pertumbuhanya memang sudah tidak terkendali lagi di indonesia. Bayangkan saja telah disebutkan sebelumnya di awal bahwa jumlah penduduk Indonesia berada di urutan ke empat terbesar di dunia setelah berturut-turut China, India, Amerika Serikat dan keempat adalah Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia dari hasil Sensus 2010 mencapai angka 237.641.326.

Dari tahun ke tahun jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Dari sensus tahun 1971-2010, jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Sementara pertumbuhan penduduk di Indonesia berkisar antara 2,15% pertahun hingga 2,49% pertahun. Tingkat pertumbuhan penduduk seperti itu dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu: kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).

Peristiwa kelahiran di suatu daerah menyebabkan perubahan jumlah dan komposisi penduduk, sedangkan peristiwa kematian dapat menambah maupun mengurangi jumlah penduduk di suatu daerah. Mengurangi bagi yang ditinggalkan dan menambah bagi daerah yang didatangi. Selain penyebab langsung seperti kelahiran, kematian dan migrasi terdapat penyebab tidak langsung seperti keadaan social, ekonomi, budaya, lingkungan, politik dsb.

Pertumbuhan penduduk seperti dikemukakan di atas dapat dikatakan terlalu tinggi karena dapat menimbulkan berbagai persoalan. Jadi apabila pertubuhan penduduk di Indonesia tahun 1990 sebesar 2,15% pertahun diperlukan investasi sebesar 2,15 kali 4 sama dengan 8,6% pertahun. Sedangkan tingkat pertumbuhan GNP di Indonesia pada tahun yang sama hanya mencapai 4% pertahun. Defisit antara kemampuan dan kebutuhan sebesar 8,6%-4%=4% ditutup pinjaman dari luar negeri. Hal tersebut pula lah yang menyebabkan utang indonesia membengkak sampai sekarang ini.

2.    Penyebaran Penduduk Yang Tidak Merata

Penyebaran penduduk yang tidak merata yang menyebabkan daerah tertentu menjadi padat seperti Jakarta, Bekasi, Bandung dan kota lain di Indonesia yang tidak meratanya penyebaran penduduk.

Hal ini juga didukung dengan warga yang berbondong-bondong datang ke Ibukota pada musim mudik lebaran. Yang menambah kepadatan ibukota, mungkin apabila mereka memiliki keahlian yang bisa digunakan untuk bertahan hidup di ibukota. Tapi beberapa dari orang tersebut malah tidak memiliki keahlian untuk bertahan hidup di ibukota, alhasil mereka menjadi masalah baru di ibukota seperti menambah tingkat kemiskinan, pengangguran, kejahatan dan lainya.

Faktor yang mempengaruhi penyebaran penduduk tidak merata yaitu :

1.       Kesuburan tanah, daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk, karena dapat dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya.

2.       Iklim, wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu basah biasanya tidak disenangi sebagai tempat tinggal

3.       Topografi atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di daerah datar

4.       Sumber air

5.       Perhubangan atau transportasi

6.       Fasilitas dan juga pusat-pusat ekonomi, pemerintahan, dll.


3.    Masalah Individu Keluarga dan Masyarakat

A.      Pengertian individu

Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individuum, yang artinya tak berbagi. Dalam bahasa inggris individu berasal dari kata in dan divided. Yang artinya tidak berbagi. jadi individu artinya tidak terbagi atau satu kesatuan.

B.        Pengertian Keluarga

Keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa individu yang terikat dengan adanya hubungan perkawinan atau darah. Keluarga yang terdiri dari Ayah, ibu dan anak biasanya di sebut dengan keluarga inti. Keluarga ini memiliki fungsi dimana individu-individu itu pada dasarnya dapat menikmati bantuan utama dari sesamanya,serta keamanan dalam hidupnya.

Namun keluarga tidak hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak akan tetapi orang yang hidup serumah bisa saja di sebut keluarga dengan ada atau tidaknya hubungan darah.

C.       Pengertian Masyarakat

Masyarakat (society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Umumnya, masyarakat adalah kumpulan dari penduduk yang menjalani kehidupan sosial di suatu wilayah.

Manusia merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan yang berkesinambungan dalam suatu masyarakat.

Pada umumnya masalah yang terjadi adalah bagaimana sebuah keluarga mempersiapkan seorang individu ke dalam masyarakat.

Ada beberapa faktor dalam mempersiapkan seorang individu, antara lain :

·         Agama
·         Perlindungan    
·         Sosialisasi dan pendidikan
·         Tata karma–Keharmonisan


4.    Masalah Hubungan Warga Negara & Negara

Hubungan antara negara dan warga negara identik dengan adanya hak dan kewajiban, antara warga negara dengan negaranya ataupun sebaliknya. Negara memiliki kewajiban untuk memberikan keamanan, kesejahteraan, perlindungan terhadap warga negaranya serta memiliki hak untuk dipatuhi dan dihormati. Sebaliknya warga negara wajib membela negara dan berhak mendapatkan perlindungan dari negara.

Di Indonesia seringkali terjadi adanya kesenjangan antara peranan negara dengan kehidupan warga negara. Masalah-masalah politik, sosial, ekonomi, dan budaya misalnya, seringkali terjadi karena adanya kesenjangan antara peranan negara serta kehidupan warga negaranya.

Dalam deretan pasal-pasal beserta ayat-ayatnya, UUD 1945 secara jelas mencantumkan hak serta kewajiban negara atas rakyatnya yang secara jelas juga harus dipenuhi melalaui tangan-tangan trias politica ala Monteqeiu. Melalui tangan Legislatif suara rakyat tersampaikan, melalui tangan eksekutif kewajiban negara, hak rakyat dipenuhi, dan di tangan yudikatif aturan-aturan pelaksanaan hak dan kewajiban di jelaskan. Idealnya begitu, tapi apa daya sampai sekarang boleh di hitung dengan sebelah tangan seberapa jauh negara menjalankan kewajibannya. Boleh dihitung juga berapa banyak negara menuntut haknya.

Hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Contoh : hak mendapatkan pengajaran, hak mendapatkan nilai dari dosen dan sebagainya.

A.   Pengertian Kewajiban menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :

o   (Sesuatu) yang diwajibkan atau sesuatu yang harus dilaksanakan atau juga keharusan
o   Pekerjaan atau tugas
o   Tugas menurut hokum

Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Contoh : melaksanakan tata tertib di kampus, melaksanakan tugas yang diberikan dosen dengan sebaik baiknya dan sebagainya.

A.   Hak dan Kewajiban Warga Negara :

Wujud hubungan warga negara dan negara pada umumnya berupa peranan (role). Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 34 UUD 1945.

B.   Hak Warga Negara Indonesia :

ü  Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2).
ü  Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”(pasal 28A).
ü  Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).
ü  Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan Berkembang”.
ü  Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28C ayat1)
ü  Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).
ü  Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).
ü  Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (pasal 28I ayat 1).

5.    Masalah Pelapisan Sosial
                                               
Adalah pembedaan atau pengelompokan masyarakat secara meningkat. Dalam pelapisan sosial ini ada beberapa maslaah yang muncul antara lain:

1.           Pelapisan Kependudukan (Status)

Masalah yang muncul dalam pelapisan ini dapat dicontohkan di dalam suatu keluarga seperti konflik dalam pendidikan anak dalam suatu keluarga tersebut, seorang ayah yang tidak ingin melanjutkan studi anaknya dikarenakan dia telah gagal berkali kali namun ibunya menginginkan memberi kesempatan sekali lagi untuk anaknya.

2.           Pelapisan Kekayaan

Masalah dalam hal ini dapat digolongkan dengan dengan kepemilikan harta kekayaan. Seseorang yang memiliki harta kekayaan paling banyak maka dia berada pada lapisan kekayaan paling tertinggi. Dan demikian pula sebaliknya.

3.           Pelapisan Pendidikan

Masalah yang timbul dalam hal ini di bedakan dalam hal tingkat pendidikan orang tersebut. Orang yg berpendidikan paling tertinggi maka dia akan berada dalam lapisan tertinggi dalam system lapisan pendidikan.

4.           Pelapisan kehormatan 

Dalam pelapisan kehormatan ini yang di contohkan dalam masyarakat pedalaman atau masyarakat yang masih mempercayai nenek moyangnya pada zaman dahulu untuk lebih menghormati suatu keluarga yang memiliki kasta tertinggi. Dalam hal ini menyebabkan munculnya kesenjangan sosial. 

6.    Masalah Masyarakat Perkotaan & Pedesaan

Masalah Masyarakat perkotaan dan pedesaan ini sangatlah sering terjadi dikarenakan orang dari pedesaan banyak yang berurbanisasi dari masyarakatpedesaan ke perkotaan yang mengakibatkan suatu kota tersebut menjadi penuh penduduk dan wilayah dengan masyarakatnya berbading terbalik sehingga wilayah serapan air semakin berkurang dikarenakan rumah-rumah yang di bangun oleh masyarakat urbanisasi tersebut. Serta timbulnya kemacetan pada suatu kota yang diakibatkan penuhnya penduduk pada suatu kota tersebut. Mengapa masyarakkat pedesaan berpindah ke perkotaan ? hal ini disebabkan pemikiran orang pedesaan yang selalu memikirkan kesuksesan jika mereka berpindah ke kota.

Maka dari itu pemerintah harus bisa merubah pola pikir masyarakat pedesaan yang berfikir jika mereka berpindah ke kota akan lebih sukses, namun mereka sebenarnya juga dapat sukses di desa mereka sendiri dengan membuka lapangan pekerjaan atau usaha sendiri atau usaha rumahan mereka serta pemerataan SDM pada suatu wilayah tertentu.

7.    Masalah Pertentangan Sosial & Integrasi

1.    Masalah Pertentangan Sosial 

Masalah Pertentangan Sosial ini muncul dikarenakan adanya konflik yang dilatarbelakangi sejarah, faktor kepribadian, keyakinan, sosial ekonomi, pendidikan dan lain lain. Dalam konflik ini terdapat lebih dari satu pihak yang terlibat didalam konflik, pihak tersebut memiliki perbedaan-perbedaan kebutuhan, tujuan, masalah, nilai, sikap maupun gagasan yang berbeda, dan terdapat interaksi antara kedua belah pihak tersebut dalam perbedaan-perbedaan tersebut. Maka dari itu dalam hal ini juga terdapat solusi dalam pertentangan sosial ini seperti mengalah dari salah satu pihak, keluar dari zona pertentangan tersebut, atau keluar dan membentuk kelompok sendiri untuk menghindari konflik sosial tersebut.

2.    Masalah Integrasi


Masalah dalam integrasi ini adalahpertimbangan dalam suatu masalah sampai kelompok mencapai keputusan yang memuaskan dalam kedua belah pihak tersebut. Dalam integrasi ini adalah pemecahan masalah yang lebih adil dan lebih dewasa. Dalam hal ini diperlukan pendekatan dalam masalah integrasi nasional dalam perspektif.