Beberapa Faktor yang mempengaruhi
Pertambahan Penduduk disuatu Daerah atau Negara :
1. Kematian
(mortalitas)
adalah ukuran jumlah kematian umumnya karena
akibat yang spesifik pada suatu populasi. Mortalitas khusus mengekspresikan
pada jumlah satuan kematian per- 1000 individu per-tahun, hingga rata-rata
mortalitas sebesar 9,5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian
per-tahun.
Rumus Tingkat Kematian Kasar
Angka
Kematian Kasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian per 1000
penduduk pada pertengahan tahun tertentu (Data Statistik Indonesia-Angka
Kematian Kasar-Rumus), disuatu wilayah tertentu. Ada pun rumusnya sebagai
berikut :
Rumus:
|
Ket :
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian
Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Umumnya
data tersedia adalah ”jumlah penduduk pada satu tahun tertentu” maka jumlah
dapat sebagai pembagi. Kalau ada jumlah penduduk dari 2 data dengan tahun
berurutan, maka rata-rata kedua data tersebut dapat dianggap sebagai penduduk
tengah tahun.
Rumus Tingkat Kematian Khusus
Angka kematian khusus (Age Specific
Death Rate/ASDR) yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000
penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah
jumlah kematian pada umur tertentu dibagi dengan jumlah penduduk umur tertentu
pada pertengahan tahun dan dikalikan dengan konstanta yang biasanya bernilai
1000.
RUMUS
|
Ket :
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
1000 = Konstanta (k)
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
1000 = Konstanta (k)
2. Kelahiran
(Fertilitas)
adalah istilah dalam demografi yang
mengindikasikan jumlah anak yang dilahirkan hidup, atau dalam pengertian lain
fasilitas adalah hasil produksi yang nyata dari fekunditas seorang wanita.
Dalam demografi, istilah tingkat kelahiran atau crude
birth rate (CBR) dari suatu populasi adalah jumlahkelahiran per 1.000 orang tiap tahun. Secara matematika,
angka ini bisa dihitung dengan rumus CBR = n/((p)(1000)); di mana n adalah
jumlah kelahiran pada tahun tersebut dan p adalah jumlah populasi saat penghitungan. Hasil penghitungan ini
digabungkan dengan tingkat kematian untuk
menghasilkan angkatingkat pertumbuhan penduduk alami (alami maksudnya tidak
melibatkan angka perpindahan penduduk (migrasi).Indikator lain untuk mengukur tingkat kehamilan yang
sering dipakai: tingkat kehamilan total - rata-rata jumlah anak yang
terlahir bagi tiap wanita dalam hidupnya. Secara umum, tingkat kehamilan total
adalah indikator yang lebih baik untuk tingkat kehamilan daripada CBR, karena tidak
terpengaruh oleh distribusi usia dari populasi.
Tingkat kehamilan cenderung lebih tinggi di negara yang ekonominya kurang berkembang dan lebih rendah di negara yang pertumbuhan ekonominya tinggi.
Tingkat kehamilan cenderung lebih tinggi di negara yang ekonominya kurang berkembang dan lebih rendah di negara yang pertumbuhan ekonominya tinggi.
3. Perpindahan
(migrasi)
adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme
dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dalam banyak kasus organisme bermigrasi
untuk mencari sumber cadangan makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan
yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau kerana over populasi.
Migrasi adalah
peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu bioma ke
bioma lainnya. Dalam banyak kasus,organisme bermigrasi untuk mencari
sumber-cadangan-makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan makanan yang
mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau karenaoverpopulasi.
Akibat Migrasi
|
Alasan Politik / Politis
Kondisi
perpolitikan suatu daerah yang panas atau bergejolan akan membuat penduduk
menjadi tidak betah atau kerasan tinggal di wilayah tersebut.
Adat-istiadat yang menjadi pedoman
kebiasaan suatu daerah dapat menyebabkan seseorang harus bermigrasi ke tempat
lain baik dengan paksaan maupun tidak. Seseorang yang dikucilkan dari suatu
pemukiman akan dengan terpaksa melakukan kegiatan migrasi.
Adanya tekanan atau paksaan dari suatu
ajaran agama untuk berpindah tempat dapat menyebabkan seseorang melakukan
migrasi.
Biasanya orang miskin atau golongan
bawah yang mencoba mencari peruntungan dengan melakukan migrasi ke kota. Atau
bisa juga kebalikan di mana orang yang kaya pergi ke daerah untuk membangun
atau berekspansi bisnis.
·
Alasan
lain
Contohnya seperti alasan pendidikan, alasan
tuntutan pekerjaan, alasan keluarga, alasan cinta, dan lain sebagainya.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar